Jumat, 30 Juni 2017

Tiga baris kalimat menghamba

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat,


 اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran,

 اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ
Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin."
(HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

Doa istiftah ini terdiri dari 3 baris kalimat yang memposisikan seorang hamba pada perasaan menghamba sehamba-hambanya. Mengakui segala kesalahan, lalu memohon ampun dengan untaian perkataan yang indah. Kalimat-kalimat itu pun mengandung makna ketauhidan yang lurus, yang memohon kepada Allah, satu-satunya sesembahan yang haq untuk disembah. Pun dalam kalimat-kalimat tersebut, seorang hamba mengakui bahwa Allah adalah Rabb (Pencipta) segala sesuatu, berkuasa atas segala hal, seperti mencipta timur dan barat serta menjauhkannya, mencipta pakaian putih dan atas kehendak-Nya sajalah pakaian itu bisa bersih dari kotoran, dan mencipta air, salju, dan air dingin yang bersifat suci dan menyucikan.

Termasuk salah satu doa favoritku.

Catatan: Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat fardhu. Doa ini adalah doa yang paling shahih diantara doa istiftah lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (2/183) - (dinukil dari Yulian Purnama - muslim.or.id, 2011)